Peran
& Kontribusi Saya
Sebelum
saya dilahirkan, kedua orang tua saya telah lama menantikan kehadiran anak
laki-laki karena sebelumnya telah memiliki dua anak perempuan. Lahir sebagai
anak yang sangat diharapkan oleh kedua orang tua bukanlah hal yang begitu
menyenangkan karena saya harus menaggung beban tersebut, saya takut jika
nantinya saya tidak menjadi seperti apa yang diharapkan oleh kedu orang tua
saya atau lebih buruknya harapan tersebut berubah menjadi kekecewaan, na’udzubillahimindzalik.
Karena rasa takut tersebutlah saya berusaha keras untuk menjadi orang yang
dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya. Mungkin untuk saat
ini saya belum bisa membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya, tetapi
minimal saat ini saya berusaha menjadi anak yang membantu. Saya berusaha
membantu mereka dengan hal-hal kecil yang bisa saya lakukan, seperti mengantar
dan menjemput adik-adik dan anggota keluarga lainnya, membantu pekerjaan rumah
seperti mengepel, menyapu, membereskan atau merapihkan rumah, membersihkan
kamar mandi dan lain-lain. Saya sadar betul, kehadiran saya sebagai anak laki-laki
pertama memiliki tanggung jawab besar untuk menggantikan tugas ayah menjaga dan
melindungi keluarganya jika beliau sudah tidak ada. Namun, saya masih perlu
banyak belajar akan hal tersebut. Saya menyadari usia kedua orang tua saya sudah
tidak muda lagi, saya takut tidak sempat membalas segala pengorbanan dan kasih
sayang mereka meski mereka tidak memintanya. Oleh karena itu, tujuan utama saya
saat ini adalah membahagiakan mereka.
Mengingat
ayah sudah pensiun lumayan lama, sempat terlintas dalam pikiran saya untuk
berhenti dari bangku perkuliahan dan mencari pekerjaan agar dapat membantu
meringankan beban orang tua saya, namun orang tua saya menginginkan saya untuk
tetap melanjutkan pendidikan karena menurut beliau pendidikan sangatlah penting.
Menurut kedua orang tua saya bangku perkuliahan bukan hanya tempat untuk
mencari gelar ataupun scarik kertas yang bertuliskan “ijazah”, tetapi tempat
untuk mendapatkan pelajaran, ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat dalam
kehidupan. Beliau juga menginginkan saya untuk tetap kuliah bukan hanya untuk
menjadikan saya sebagai orang yang pintar, tetapi orang yang memiliki karakter
karena menurut beliau dunia ini tidak pernah kehabisan orang-orang pintar,
bahkan orang–orang dibalik jiruji tahanan KPK bukanlah orang bodoh yang tidak
berpendidikan, namun dunia ini sudah mulai kehilangan orang-orang berkarakter
yang peduli terhadap sesama, dan peka terhadap keadaan sekitar. Karena hal
tersebutlah saya memiliki prinsip “belajar untuk hidup bukan hidup untuk
belajar” dan oleh sebab itu saya .mendaftar Beasiswa Bazma Pertamina agar dapat meringankan beban kedua orang
tua saya
Saya
mencoba memberikan segala yang terbaik dalam perkuliahan yaitu di Unversitas
Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi. Selain
itu, saya juga berusaha menggali potensi dan jati diri saya serta membangun
relasi yang luas dengan bergabung kedalam organisasi di lingkungan kampus. Pilihan
saya jatuh pada Pandawa (PANDu Aksi mahasisWA), yaitu sebuah organisasi dibawah
naungan divisi sosial-politik BEM Fakultas Ekonomi. Pandawa merupakan organisai
yang mewadahi segala aspirasi dan pendapat mahasiswa tentang suatu isu ataupun
kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Kegiatan
Pandawa itu sendiri yaitu mengkaji, mengkritisi dan menyuarakannya melalui aksi
turun ke jalan. Alasan saya masuk pandawa adalah karena merasa sudah menjadi
kewajiban saya sebagai mahasiswa untuk menyuarakan apa yang menjadi keresahan
rakyat, karena di balik setiap jaitan almamater yang saya kenakan terdapat
keringat rakyat yang bersusah payah untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak.
Untuk itu saya merasa harus membalasnya meski tidak setimpal yaitu menyuarakan
aspirasi dan keresahan mereka terhadap suatu kebijakan pemerintah.
Untuk
kedepannya hal yang akan saya lakukan yaitu ikut berperan serta dalam
bermasyarakat sesuai dengan bekal ilmu yang sudah saya dapat dari bangku
pendidikan yang saya lalui. Karena saya berasal dari jurusan pedidikan maka
saya akan ikut serta dalam upaya untuk memajukan pendidikan dengan cara
mengajar, ataupun bekerja di lembaga pendidikan. Dan juga tidak menutup
kemungkinan, saya juga akan berusaha berperan dalam bermasyarakat di luar
bidang pendidikan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki seperti menolong
sesama dengan menjadi relawan jika terjadi bencana karena saya teratrik dalam
kegiatan sosial dan juga saya sempat memiliki keinginan untuk menjadi aktivis
sosial dan lingkunagn hidup.
Sekian
hal yang saya dapat bagikan dalam essay ini semoga saya dan kalian para pembaca
dapat dimudahkan Allah Swt dalam segala urusan di perjalanan kita untuk
berproses menjadi apa yang kita cita-citakan agar nantinya kita menjadi orang yang
keberadaannya dapat diperhitungkan perannya dan kepergiannya juga dapat
menambah peran yang lebih banyak lagi karena telah memberikan inspirasi kepada
banyak orang.