Jumat, 22 Februari 2019


Peran & Kontribusi Saya

Sebelum saya dilahirkan, kedua orang tua saya telah lama menantikan kehadiran anak laki-laki karena sebelumnya telah memiliki dua anak perempuan. Lahir sebagai anak yang sangat diharapkan oleh kedua orang tua bukanlah hal yang begitu menyenangkan karena saya harus menaggung beban tersebut, saya takut jika nantinya saya tidak menjadi seperti apa yang diharapkan oleh kedu orang tua saya atau lebih buruknya harapan tersebut berubah menjadi kekecewaan, na’udzubillahimindzalik. Karena rasa takut tersebutlah saya berusaha keras untuk menjadi orang yang dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya. Mungkin untuk saat ini saya belum bisa membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya, tetapi minimal saat ini saya berusaha menjadi anak yang membantu. Saya berusaha membantu mereka dengan hal-hal kecil yang bisa saya lakukan, seperti mengantar dan menjemput adik-adik dan anggota keluarga lainnya, membantu pekerjaan rumah seperti mengepel, menyapu, membereskan atau merapihkan rumah, membersihkan kamar mandi dan lain-lain. Saya sadar betul, kehadiran saya sebagai anak laki-laki pertama memiliki tanggung jawab besar untuk menggantikan tugas ayah menjaga dan melindungi keluarganya jika beliau sudah tidak ada. Namun, saya masih perlu banyak belajar akan hal tersebut. Saya menyadari usia kedua orang tua saya sudah tidak muda lagi, saya takut tidak sempat membalas segala pengorbanan dan kasih sayang mereka meski mereka tidak memintanya. Oleh karena itu, tujuan utama saya saat ini adalah membahagiakan mereka.
Mengingat ayah sudah pensiun lumayan lama, sempat terlintas dalam pikiran saya untuk berhenti dari bangku perkuliahan dan mencari pekerjaan agar dapat membantu meringankan beban orang tua saya, namun orang tua saya menginginkan saya untuk tetap melanjutkan pendidikan karena menurut beliau pendidikan sangatlah penting. Menurut kedua orang tua saya bangku perkuliahan bukan hanya tempat untuk mencari gelar ataupun scarik kertas yang bertuliskan “ijazah”, tetapi tempat untuk mendapatkan pelajaran, ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Beliau juga menginginkan saya untuk tetap kuliah bukan hanya untuk menjadikan saya sebagai orang yang pintar, tetapi orang yang memiliki karakter karena menurut beliau dunia ini tidak pernah kehabisan orang-orang pintar, bahkan orang–orang dibalik jiruji tahanan KPK bukanlah orang bodoh yang tidak berpendidikan, namun dunia ini sudah mulai kehilangan orang-orang berkarakter yang peduli terhadap sesama, dan peka terhadap keadaan sekitar. Karena hal tersebutlah saya memiliki prinsip “belajar untuk hidup bukan hidup untuk belajar” dan oleh sebab itu saya .mendaftar Beasiswa Bazma Pertamina agar dapat meringankan beban kedua orang tua saya
Saya mencoba memberikan segala yang terbaik dalam perkuliahan yaitu di Unversitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi. Selain itu, saya juga berusaha menggali potensi dan jati diri saya serta membangun relasi yang luas dengan bergabung kedalam organisasi di lingkungan kampus. Pilihan saya jatuh pada Pandawa (PANDu Aksi mahasisWA), yaitu sebuah organisasi dibawah naungan divisi sosial-politik BEM Fakultas Ekonomi. Pandawa merupakan organisai yang mewadahi segala aspirasi dan pendapat mahasiswa tentang suatu isu ataupun kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Kegiatan Pandawa itu sendiri yaitu mengkaji, mengkritisi dan menyuarakannya melalui aksi turun ke jalan. Alasan saya masuk pandawa adalah karena merasa sudah menjadi kewajiban saya sebagai mahasiswa untuk menyuarakan apa yang menjadi keresahan rakyat, karena di balik setiap jaitan almamater yang saya kenakan terdapat keringat rakyat yang bersusah payah untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Untuk itu saya merasa harus membalasnya meski tidak setimpal yaitu menyuarakan aspirasi dan keresahan mereka terhadap suatu kebijakan pemerintah.
Untuk kedepannya hal yang akan saya lakukan yaitu ikut berperan serta dalam bermasyarakat sesuai dengan bekal ilmu yang sudah saya dapat dari bangku pendidikan yang saya lalui. Karena saya berasal dari jurusan pedidikan maka saya akan ikut serta dalam upaya untuk memajukan pendidikan dengan cara mengajar, ataupun bekerja di lembaga pendidikan. Dan juga tidak menutup kemungkinan, saya juga akan berusaha berperan dalam bermasyarakat di luar bidang pendidikan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki seperti menolong sesama dengan menjadi relawan jika terjadi bencana karena saya teratrik dalam kegiatan sosial dan juga saya sempat memiliki keinginan untuk menjadi aktivis sosial dan lingkunagn hidup.
Sekian hal yang saya dapat bagikan dalam essay ini semoga saya dan kalian para pembaca dapat dimudahkan Allah Swt dalam segala urusan di perjalanan kita untuk berproses menjadi apa yang kita cita-citakan agar nantinya kita menjadi orang yang keberadaannya dapat diperhitungkan perannya dan kepergiannya juga dapat menambah peran yang lebih banyak lagi karena telah memberikan inspirasi kepada banyak orang.